Senin, 11 Mei 2009

KREASI

"Institusi Perdagangan & Keuangan Internasional menjadi Alat Pe

"Institusi Perdagangan & Keuangan Internasional menjadi Alat Perusahaan-perusahaan Air Transnasional"

Pada tahun 1998, Bank Dunia (WB) mengatakan pemerintah Bolivia bahwa ia menolak membiri pinjaman sebesar 25 juta dolat AS untuk mendanai kembali pelayanan air bersih di kota Cochabamba, kecuali jika pemkot tersebutmenjual fasilitas pelayanan air publiknya kepada swasta dan membebankan seluruh biaya kepada konsumen. Akhirnya pemerintah Bolivia mematuhi WB dan menjual fasilitas pelayanan air Cochabamba kepada Aguas del Tunari, anank perusahaan Bachtel, raksasa di bidang konstruksi dan air dari Amerika Serikat. WB kemudian memberikan monopoli kepada pemegang konsesi (Aguas del Tunari), meminta kepada pemerintah untuk diberlakukannya full cost pricing, yaitu mematok harga air dengan dolar AS dan menginstruksikan pemerintah Bolivia untuk tidak menggunakan uang pinjaman untuk subsidi air bagi masyarakat miskin.

Setelah taraf air mencapai35%, rakyat Cochabamba turun ke jal;an dan menutup kotanya selama 4 harimelalui serangkaian pemogokan dan blokade pada bulan Januari 2000, yang dikoordinasi oleh Coordiadora de Defense de Agua y La Vida (koalisi pertahanan air dan kehidupan) yang dipimpin oleh Oscar Olivera. Sembilan puluh persn(90%) warga Cochabamba ingin pelayanan air bersih kota mereka dikembalikan ke kontrol publik. Kemudian preside Bolivia, Hugo Banzer, menggunakan hukkum militer dan memutuskan hubungan kontraknya dengan Bachtel. Tetapi iyu baru dilaksanakan setelah ada seorang anak lelaki usia 17 tahun tewas tertembak.

Direktor WB, Wolfensohn mengatakan bahwa memberikan kontrol pelayanan publik kepada masyarakat akan menyebkan pemborosan, yang artinya sama dengan isi laporan WB pada tahun 1999: "Subsidi tidak boleh diberikan agar tarif air dapat terus ditingkatkan di Cochabamba," dengan alasan seluruh pengguna air harus menanggung biaya penuh dari biaya pelayanan air bersih dan juga biaya pengembangannya. Hal tersebut mengrtikan bahwa adanya privatisasiyang diarahkan untuk melawan masyarakat miskin oleh James Wolfensohn, direktur WB.

Sejak awal 1980-an WB dan IMF menerapkan "Program Penyesuaian Struktural" pada Negara Dunia Ketiga sebagai syarat untuk memperbarui pendanaan dan pembayaran utang internasional. Melalui program ini, pemerintah Negara Dunia Ketiga diharuskan mengambil tindakan radikal, mulai dari penjualan perusahaan publik, untuk membayar utang hingga pengurangan anggaran kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial, perubahan struktural ini pada akhirnya mengakibatkan dampak negatif terhadap keadaan kehidupan masyarakat miskin yang merupakan mayoritas penduduk di negara-negara tersebut sejak 1,5 dekade lalu. Belakangan ini, salah satu persyaratan utama pemberian utang oleh WB dan IMF adalah Privatisasi fasilitas air bersih dan sanitasi publik.

Seperti yang terlihat dari peristiwa Cochabamba, tuntutan WB memang di desain untuk menguntungkan perusahaan air global seperti Bechtel. Peristiwa itu menunjukkan seberapa besar ketergantungan perusahaan-perusahaan swasta besar kepada lembaga keuangan internasional dalam usaha mereka membangun pasar air dunia. Akan tetapi, kekuasaan dan pengaruh perusahaan-perusahaan global tidak hanya sampai di sini. Hubungan yang dekat antara pemerintah dan perusahaan telah menciptakan sebuah jaringan lembaga pemerintah ekonomi global. Jaringan ini membuat peraturan-peraturan baru untuk masalah-masalah finansial, perdagangan, dan investasi yang kini dapat digunakan secara efektif oleh perusahaan air swasta dan para eksportir air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan formulir